PERJUMPAAN KETIGA MATA KULIAH FILSAFAT ISLAM

 Rabu, 21 September 2022

 Pemaparan Materi oleh Kelompok Satu

Kelas kami Jurnalistik 3 C pada hari ini telah mengikuti perkuliahan ketiga mata kuliah Filsafat Islam dengan lancar dan khidmat. Ya walaupun lagi-lagi terkadang masih sedikit rasa kantuk karena perkuliahan ini sendiri biasa dilangsungkan pada pagi hari. Namun, hari ini sedikit menarik karena kelompok satu sudah memulai presentasi dan disampaikan melalui metode yang unik yaitu via voice note Whatsapp. Selepas dari presentasi tersebut tentu saja Bapak Rizal Study selaku dosen pengampu melanjutkan perkuliahan via Google meet dengan memberikan kesempatan untuk masing-masing kelompok untuk memaparkan hasil diskusi mereka dimasing-masing grup baik itu kelas Jurnal 3 C ataupun D untuk kemudian diselesaikan oleh pak Rizal melalui pemaparan materinya.

Pak Rizal mengemukakan bahwa jauh sebelum lahirnya filsafat Islam, eksistensi filsafat Yunani lebih dulu maju dilihat dari peradabannya, seperti Mesopotamia. Walaupun begitu, lahirnya filsafat Islam menjadi sebuah pembaharuan dari filsafat Yunani yang dahulu masih dianggap bertentangan. Adapun peran Al-Quran sebagai sumber utama pemikiran filsafat Islam sehingga berpengaruh terhadap aspek ilmu pengetahuan dan sains. Hal itu akhirnya membuat eksistensi filsafat Islam kian meningkat dengan adanya hasil pemikiran filsafat Yunani yang kemudian dikaitkan dengan ajaran Islam. 

Pada Abad 17 dan 18 Barat mulai bangkit (renaisance) namun terjadi kemunduran karna falsafat dianggap menyesatkan sehingga umat Islam mengalami kemunduran dan sangat mudah dijajah oleh Eropa, dan akhirnya menguasai umat Islam. Rahasia kebesaran orang Eropa adalah karna mengembangkan akalnya sejauh mungkin untuk kemasyarakatan. Ternyata landasan yang mereka punya adalah mereka belajar dari Ibnu Sina, Ibnu Rusyd. Di belakang teori big bang, Tuhan sudah mengisyaratkan bahkan al-Kindi sudah mengungkapkan tentang teori big bang. Di belakang big bang karna adanya kehendak Allah bukan karna alam sendiri. Alam setelah menyebar jutaan tahun pada saat tertentu akan berkumpul lagi dan kemudian akan berpencar lagi karena kuasa-Nya.

Ilmu kalam dan ilmu filsafat adalah dua hal yang amat penting. Perbedaan dari ilmu kalam dan filsafat islam yaitu pertama, terletak pada metode dan objeknya. Filsafat Islam berobjek pada Allah dan manusia sedangkan objek ilmu kalam adalah Allah dan sifatnya serta hubungan Allah dengan alam dan manusia. Kedua, filsafat Islam adalah poruduk dari luar Islam sedangkan ilmu kalam adalah ilmu Islam yang lahir dari alquran dan dalil. Ketiga, para filsafat Islam disebut sebagai filosof sedangkan ilmu kalam para ahlinya disebut mutakallimin dan tidak disebut filosof.


Komentar