PERJUMPAAN KEEMPAT MATA KULIAH FILSAFAT ISLAM
Rabu, 28 Oktober 2022
Filsafat Al-Kindi
Al-Kindi merupakan nama populernya, adapun nama lengkapnya adalah Abu Yusuf Ya'qub Ibn Ishaq Ibn al-Shabbah Ibn 'Imran Ibn Muhammad Ibn al-Asy'as Ibn Qais al-Kindi. Al-Kindi dilahirkan di Kufah, pada masa khalifah Harun al-Rasyid (786-809 M) dari Dinasti Abbasiyah (750-1258 M) sekitar tahun 185 H (801 M) dari keluarga kaya dan terhormat. Al-Kindi sendiri hidup dalam masa pemerintahan lima khalifah Abbasiyah, yakni al-Amin (809-813 M), al-Ma’mun (813-833 M), al-Mu’tashim (833-842 M), al-Wasiq (842-847 M), dan al- Muttawakkil (847-861 M). Al-Kindi adalah filosof pertama dalam Islam, yang menyelaraskan antara agama dan filsafat. Al-Kindi banyak mempelajari filsafat Yunani, oleh karena itu pemikiran Al-Kindi banyak mendapat pengaruh filsafat Yunani seperti Aristoteles, Plato, Plotinus dan lain sebagainya. Namun al-Kindi tidak mengadopsi secara penuh, akan tetapi diadapsi dan disaring sehingga hasil ijtihadnya berbeda dari sumber asalnya.
Al-Kindi melakukan mobilitas dari Kufah ke Basrah, sebuah pusat studi bahasa dan teologi Islam. Dia juga menetap di Baghdad yang juga sebagai jantung kehidupan intelektual pada masanya. Al-Kindi sangat tekun dalam berilmu sehingga ia dapat menguasai ilmu astronomi, ilmu ukur, ilmu alam, astrologi, ilmu seni musik, metafisika, politik, filsafat, dan banyak ilmu lainnya. Ia menguasai ilmu filsafat yang telah menempatkannya sebagai orang Islam pertama dari kebangsaan Arab dalam jajaran para filsuf terkemuka.
Al-Kindi mengalami pengalaman pahit seperti yang menimpa para pemikir kreatif dan inovatif terdahulu. Tentang kapan Al-Kindi wafat tidak diketahui jelasnya, sama sulitnya dengan menentukan tahun kelahirannya dan siapa saja guru yang mendidiknya, diduga ketika di Baghdad, ia mendapat bimbingan dari cendikiawan Persia dan Suria. Menurut Mustafa ‘Abd Al-Raziq, Al-Kindi wafat tahun 252 H, sedangkan Massignon mengatakan tahun 260 H. Sementara itu, Yaqut Al-Himawi mengatakan bahwa Al-Kindi wafat sesudah berusia 80 tahun.
Bagi Al-Kindi, filsafat adalah ilmu dari segala ilmu dan kearifan dari segala kearifan. Filsafat, dalam pandangan Al-Kindi, bertujuan untuk memperkuat agama dan merupakan bagian dari kebudayaan Islam. Adapun beberapa karya yang tulis Al-Kindi adalah sebagai berikut: (1) fil al-falsafat al-Ula, (2) Kitab al-Hassi ’ala Ta’allum al-Falsafat, (3) Risalat ila al-Ma’mun fi al-’illat wa Ma’lul, (4) Risalat fi Ta’lif al-A’dad, (5) Kitab al-Falsafat al-Dakhilatn wa al-Masa’il al-Manthiqiyyat wa al-Mu’tashah wa ma Faruqa al-Thabi’yyat, (6) Kammiyat Kutub Aristoteles, (7) Fi al- Nafs.
Komentar
Posting Komentar