PERJUMPAAN KEENAM MATA KULIAH FILSAFAT ISLAM

 Filsafat Ibnu Sina

  Pada pertemuan Kelima mata kuliah Filsafat Islam yang di ampu oleh Bapak Drs. Study Rizal LK., M.ag yang dilaksanakan pada Rabu, 12 Oktober 2022 lalu. Presentasi dipertemuan tersebut, kelompok 4 membahas tentang “Ibnu Sina”, yang dilaksanakan di WhatsApp Grup dan Google Meeting.

   Ibnu Sina, seorang filsuf Muslim dan dokter terkemuka. Memiliki nama lengkap Abu Ali Al-Husain Bin Abdullah Bin Sina, lahir di Afsyana dekat kawasan Bukhara pada tahun 370 H (980 M). Ibnu Sina telah mempelajari ilmu-ilmu agama, kesusasteraan, serta telah hapal Al-Qur‟an. Di Barat ia lebih populer dengan sebutan Avicenna akibat dari terjadinya metamorfoose Yahudi-Spayol-Latin. Dengan lidah Spayol kata Ibnu di ucapkan Aben atau Aven.

 Ibnu Sina memiliki beberapa karya, diantaranya ialah kitab al majmu' (ilmu pengetahuan lengkap), kitab asy syifa' (pengobatan), kitab an nayat (kebahagiaan jiwa).Menurut Ibnu Sina,tujuan filsafat adalah penetapan realitas segala sesuatu sepanjang hal itu mungkin bagi manusia.Persoalan filsafat menurutnya dibagi menjadi dua wilayah, yaitu teoritis dan praktis.


Berikut merupakan pemikiran filsafat Ibnu Sina:

· Filsafat Emanasi

adalah teori yang membahas tentang penciptaan alam semesta, yang mana alam ini terwujud dari limpahan Yang Maha Esa (wujud tunggal).

· Filsafat Jiwa (Al-Nafs)

adalah pemikiran yang paling penting dari ibnu Sina. Kata jiwa dalam AlQur’an dan Al-Hadist di istilahkan dengan al-Nafs atau al ruh sebagai mana termaktub dalam Q.S. Shad: 71–72, Al-Isra: 58, dan al-Fajr: 27–30. Menurut Ibnu Sina manusia memang tersusun dari dua unsur, yaitu tubuh dan jiwa.

· Filsafat Al-Wujud

posisi yang amat penting dalam metafisika Ibnu Sina, karena dalam masalah wujud ini Ibnu Sina menampakkan kejeniusannya dalam menilai dan memakai logika. Istilah wujud dapat diartikan “ada”.

Komentar