PERJUMPAAN KETUJUH MATA KULIAH FILSAFAT ISLAM

 Pada pertemuan Ketujuh mata kuliah Filsafat Islam yang di ampu oleh Bapak Drs. Study Rizal LK., M.ag yang dilaksanakan pada Rabu, 19 Oktober 2022 lalu. Presentasi dipertemuan tersebut, kelompok 5 membahas tentang “Al Razi”, yang dilaksanakan di WhatsApp Grup dan Google Meeting.

 Abu Bakar Muhammad bin Zakaria al-Razi atau dikenali sebagai Rhazes di dunia barat merupakan salah seorang pakar sains Iran yang hidup antara tahun 864 - 930. Ia lahir di Rayy, Teheran pada tahun 251 H./865 dan wafat pada tahun 313 H/925. Al-Razi sejak muda telah mempelajari filsafat, kimia, matematika dan kesastraan. al-Razi tidak memiliki sistem filsafat yang teratur, tetapi melihat masa hidupnya, ia mesti dipandang sebagai pemikir yang tegar dan liberal di dalam Islam, dan mungkin di sepanjang sejarah pemikiran manusia. Al-Razi mengalami sakit mata dan kemudiannya buta pada penghujung hayat-nya. Al-Razi menderita akibat ketekunannya menulis dan membaca yang terlalu banyak. Ia juga belajar ilmu kedoktoran (obat-obatan) dengan sangat tekun pada seorang dokter dan filosof yang lahir di Merv pada Tahun 192 H/808 M yang bernama Ali Ibnu Robban al-Thabari.

Karya-karya Al-Razi

1. Kitab al-Hawi fi al-Tibb : Merupakan ensiklopedia ilmu kedokteran yang dikenal di Eropa sebagai Liber Continens.

2. Kitab al-Mansuri Fi al-Tibb : Merupakan buku singkat dari ilmu kedokteran juga yang ia tulis untuk penguasa al-Rayy Abu Shalih al-Mansur Ibnu Ishaq.

3. Kitab Al-Judari Wa Al-Hasbah : Merupakan buku tentang analisa penyakit cacar dan campak serta pencegahannya.

4. Kitab Man la Yahduruhu al-Tabib : Merupakan buku yang didedikasikan untuk orang miskin, musafir dan warga negara biasa yang bisa berkonsultasi pengobatan penyakit umum ketika tidak ada dokter.

5. Kitab Bur’ al-Sā’ah : Merupakan esai singkat tentang penyakit yang ia klaim dapat disembuhkan dalam waktu satu jam.

6. Kitab Manafi’ al-Aghdiya : Merupakan buku tentang gizi dan nutrisi.

7. Kitab al-Murshid (Panduan) : Merupakan buku pengantar singkat tentang prinsip-prinsip dasar kedokteran yang dimaksudkan sebagai materi kuliah kepada mahasiswa.

8. Kitab Al-Asrar : Merupakan buku terkenal di bidang kimia.

9. Kitab al-Shakuuk ‘ala Jalinus : Merupakan buku yang berisikan kritina Al-Razi terhadap beberapa teori Galen terutama empat yang terpisah “humor”.

10. Buku-bukunya dalam bidang filsafat : Al-Thibb Al-Ruhani, Al-sirah al-falsafiyah, Amarah al-iqbal al-dawlah, Kitab al-ladzdzah, Kitab al-‘ilm al-ilahi, Maqalah fi ma ba’d al- thabi’iyyah, Al-shukuk ‘ala Proclus. Sebagian karya tulisnya telah dikumpulkan menjadi satu kitab yang berjudul al-Rasa’il Falsafiyyat.


Filsafat Al-Razi:


1. Sang Pencipta


Menurut al- Razi, Allah adalah Maha Pencipta dan Pengatur seluruh alam ini. Alam diciptakan bukan dari ketiadaan tetapi dari sesuatu yang sudah ada. Karenanya, alam semestinya tidak kekal sekalipun materi pertama (Allah) kekal, sebab penciptaan di sini dalam arti disusun dari bahan yang telah ada.


2. Jiwa universal


Pada benda-benda alam terdapat daya hidup dan gerak tetapi tanpa bentuk. Dalam hal ini, jiwa adalah roh, zat yang halus seperti udara, sehingga sulit untuk diketahui karena ia tanpa bentuk dan rupa.


3. Materi pertama


substansi yang kekal terdiri dari atom-atom. Setiap atom memiliki volume. Tanpa volume pengumpulan atom-atom tidak bisa menjadi suatu yang berbentuk. Bila dunia dihancurkan maka ia juga terpisah-pisah dalam bentuk atom-atom.materi pertama ini sangat erat kaitannya dengan jiwa universal (roh). 


4. Ruang absolut


Adanya materi kekal maka membutuhkan ruang yang sesuai untuknya. Ruang dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu pertama, ruang partikular/relatif, ia terbatas dan terikat dengan wujud yang menempatinya. Kedua, ruang universal/mutlak, ia tidak terikat dengan segala sesuatu yang ada dan tidak terbatas.


5. Waktu absolut.


Waktu adalah substansi yang mengalir dan bersifat kekal. Ar Razi membaginya menjadi 2 bagian, yaitu pertama, waktu mutlak, ia tidak memiliki awal dan akhir serta bersifat universal. Ia terlepas sama sekali dari alam semesta dan gerakan falaq. Kedua, waktu relatif, ia tidak kekal dan terbatas karena terikat dengan gerakan falaq, terbit dan tengelamnya matahari. Ringkasnya, karena ia disifati dengan angka dan dapat diukur.




Komentar