PERTEMUAN KEDUA BELAS MATA KULIAH FILSAFAT ISLAM
Ibnu Tufail
Pada Rabu (23/11) mahasiswa Jurnalistik 3C UIN Jakarta melakukan pertemuan kesebelas mata kuliah Filsafat Islam yang dilaksanakan secara daring bersama Bapak Drs. Study Rizal LK., M.ag dengan presentasi oleh kelompok 10 yang memaparkan tentang biografi Ibnu Tufail seperti, pemikiran dan karya-karyanya beliau.
Abu Bakar Ibnu Abd Al-Malik ibn Muhammad Ibnu Thufail atau Ibnu Thufail atau dalam bahasa latin dikenal sebagai Abubacer merupakan seorang filsuf, dokter, dan pejabat pengadilan Arab Muslim Al-Andalus. la lahir pada tahun 506 H atau 110 M di Cadix, Granada, Spanyol kemudian wafat di kota Marrakes, Maroko pada tahun 581 M dan dimakamkan juga disana.
Ibnu Thufail memulai karirnya sebagai seorang dokter di Granada, Kemudian ia diangkat menjadi sekretaris gubernur di provinsi tersebut. Namun bukan semua itu yang menjadikan nama Ibnu Thufail dikenang dalam sejarah islam bahkan sejarah dunia. Kesibukannya di pemerintahan yang sedemikian padatnya tidak membuat dirinya kurang produktif dalam dunia tulis menulis. la dikenal sebagai seorang filsuf muslim yang gemar menuangkan pemikiran filsafatnya melalui kisah ajaib dan penuh kebenaran. Dari sekian banyak karyanya, Risalah Hayy Ibnu Yaqzan fi Asrar al- Hikmah al Masyriqiyah adalah yang paling termahsyur.
Pemikiran Ibnu Thufail
Pemikiran dalam karya Hayy ibn Yaqdzan:
la mencari kebenaran dengan diibaratkan dengan sosok orang bernama Hayy. Ibnu Thufail melakukan pencarian pemikirannya dari pengamatan melalui inderawinya, kemudian menggunakan rasio, dan selanjutnya menggunakan batinnya seperti akal, indra,dan intuisi. Mencari kebenaran melalui panca indera memiliki keterbatasan dalam identifikasi objek. Oleh karena itu dibutuhkan pengetahuan untuk mendampingi.
Akal yang dengan adanya penalaran mampu mengabstrasikan suatu objek, karena itu ia mampu mengetahui esensi suatu objek yang telah ia amati melalui indrawi. Dengan demikian akal dan inderawi memiliki sifat saling melengkapi satu sama lain. pengetahuan tinggi daripada pengetahuan yang dicapai melalui indera. Maka dari itu, rasio atau akal pikiran mampu melampui objek, ruang, dan waktu.
Karya Ibnu Thufail
Ibnu Thufail memiliki keterampilan dalam berbagai bidang. Bidang-bidang tersebut yaitu filsafat, kedokteran, pendidikan, emerintahan, sastra, dan psikologi.
-Di bidang sastra dan filsafat: filosofis Hayy ibn Yaqzhan. dan bukunya yang dikenal masyarakat Barat dengan judul Philosophus Autodidactus.
-Studi Psikologi : Ibnu Tufail menyumbangkan pemikirannya lewat argumen tabula rasa. Tabula rasa secara espitimologi dipahami sebagai seorang manusia yang lahir tanpa mental bawaan, dengan kata lain manusia tersebut masih kosong.
-Kedokteran : Spanyol Islam dikenal sebagai pusat bedah kedokteran dan anestesi. Dari Spanyol Islam-lah, bidang kedokteran itu berkembang. Sebagai seorang dokter terkemuka di Andalusia, Ibnu Tufail juga tercatat sebagai Ilmuan pertama yang turut mendukung perbedaan dan autopsi mayyit, dukungannya itu dituangkan didalam novelnya.
Ibnu Thufail tidak seperti kebanyakan tokoh dan filsuf muslim lainnya yang memiliki banyak karya. Ibnu Thufail lebih suka merenung daripada menulis, karena itu hasil karya untuk generasi berikutnya sangat sedikit.
Komentar
Posting Komentar