PERTEMUAN KEEMPAT BELAS MATA KULIAH FILSAFAT ISLAM
Filosof Roman Hayyn Ibn Yaqdzan
Pada pertemuan ke-14 mata kuliah Filsafat Islam yang di ampu oleh Bapak Drs. Study Rizal LK., M.ag yang dilaksanakan pada Rabu, 7 Desember 2022 lalu. Pada dipertemuan tersebut, membahas tentang “Kisah Roman Hayyn Ibn Yaqdzan Karya Ibnu Thufail”, yang dilaksanakan di Google Meeting.
Karya Ibnu Thufail yang paling terkenal adalah Risalah Hayy Ibnu Yaqzan fi Asrar al- Hikmah al-Masyriqiyah, sebuah novel filsafat dan dikenal sebagai judul Hayy ibnYaqdzan, yang menjadi satu dari sekian di antara buku-buku yang paling cemerlang. Roman filsafat Hayy ibn Yaqdzan dikenal di dunia Timur dan Barat dan ditulis pada abad ke-12 M, ketika cahaya ilmu pengetahuan Islam benderang menyinari alam. Gagasan yang tertuang di dalamnya bukanlah sesuatu yang baru, karya fenomenal yang berbau filosofis-mistis ini bercerita mengenai bagaimana akal pikiran mampu menangkap, merenungkan dan menyimpulkan bahwa segala sesuatu ada yang menggerakan dan penggerak itu tiada lain adalah Tuhan Pencipta Alam Semesta.
Berikut ini tujuh fase kehidupan Hayyn Ibn Yaqdzan, yaitu:
- Fase pertama, dimulai dari masa pengasuhan, penjagaan induk rusa hingga Hayy kecilberusia tujuh tahun. Pada fase ini Hayy kecil sudah bisa membedakan suara binatangdan juga dapat menghitung jumlah binatang. Selain itu, Hayy juga sudah mengenalpenutup tubuh dan senjata untuk menjaga diri.
- Fase kedua, dimulai ketika induk rusa mati. Dari kematian induk rusa ini, Hayy menelititubuh induknya untuk mencari tahu penyebab kematian ibunya. Setelah membedahtubuh induknya, Hayy menarik kesimpulan bahwa yang menggerakkan tubuh induknyaadalah sesuatu yang bersemayam di dalam jantung. Dari penelitian ini juga Hayy mulaimembagi jenis-jenis anggota badan serta tugas masing-masing anggota dan yangmenggerakkannya.
- Fase ketiga,terjadi ketika Hayy menemukan api, dari cara memperoleh hingga caramemakainya. Dari penemuan tentang api, dia mulai mengenal eksistensi ruh hayawaniyang bersemayam di dalam tubuh.
- Fase keempat, Hayy mulai mempelajari benda-benda yang terdapat di alam kaun(penciptaan), serta alam jasad (benda). Ia mulai memahami perbandingan antaratunggal dan majemuk benda serta ruh (jiwa).
- Fase kelima, ini Hayy meneliti yang diluar bumi seperti bintang, bulan. Hayy berfikirapakah alam ini lama atau baru. Dari hasil penelitian ini Hayy berfikir bahwasannyaada Al Wajibul Wujud (Yang Harus Ada = Allah SWT)
- Fase keenam, ini Hayy berpendapat bahwa kebahagiaan jiwa yang abadi dan kekal bisatercapai jika jiwa itu bisa melakukan musyahadah (menyaksikan) Al Wajibul Wujud(Allah SWT).
- Fase ketujuh, Hayy berpendapat bahwa jika ia dapat (menyaksikan) Al Wajibul Wujud(Allah SWT) secara terus menerus maka jiwanya akan mendapatkan kebahagiaan dankeselamatan.
Komentar
Posting Komentar