PERTEMUAN KETIGA BELAS MATA KULIAH FILSAFAT ISLAM

 Filsafat Ibnu Rusyd

Pada Rabu (30/11) mahasiswa Jurnalistik 3C UIN Jakarta melakukan pertemuan ketigabelas mata kuliah Filsafat Islam yang dilaksanakan secara daring bersama Bapak Drs. Study Rizal LK., M.ag dengan presentasi oleh kelompok 11 yang memaparkan tentang biografi Ibnu Rusyd seperti, karya-karyanya, pengaruh dan pemikiran dari perspektif beliau.


Ibn Rusyd atau nama lengkapnya Abu al-Walid Muhammad Ibn Muhammad Ibn Rusyd lahir di Kordoba Spanyol pada tahun 5H/1126M. Ia dibesarkan dalam keluarga hakim yang teguh menegakan agama dan berpengetahuan luas. Ia juga pernah menjadi dokter istana, di kordoba, filosof dan ahli hukum yang berpengaruh di kalangan istana.


Ibnu Rusyd belajar matematika, astronomi, filsafat, kedokteran kepada Ibnu Basy kawal, Ibnu Masarroh dan Abu Ja’far Harun. Ia dikenal orang barat dengan nama Averries, lewat karyanya Al-Kulliyyat yang telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Pemikiran- pemikiran Ibnu Rusyd sangat berpengaruh di Negara-negara Eropa, dan banyak dikaji di tingkat universitas. Ia adalah seorang muslim yang ahli bidang filsafat dan kedokteran.


Pemikiran Ibnu Rusyd terhadap Barat


Kenyataan yang tak terbantahkan bahwa kemajuan peradaban barat (Eropa) sejak abad ke-12 tidak terlepas dari sumbangan peradaban Arab-Islam yang dikembangkan oleh tokoh-tokoh filosof saintis muslim. Orang-orang Barat menimba ilmu dari orang-orang Islam dan membangun peradaban mereka setelah mendapat sentuhan dari peradaban Islam. Oleh karena itu Gustave Lebon mengakui bahwa orang Arablah yang menyebabkan Barat mempunyai peradaban, mereka adalah imam bagi Barat selama enam abad. Demikian juga Rom Landau menegaskan bahwa dari orang-orang Arab-Islam inilah orang-orang Barat belajar berpikir objektif dan menurut logika. Arab telah membukakan mata Barat untuk belajar berlapang dada dan mengembangkan toleransi terhadap kaum minoritas. Hal tersebut membawa Barat kepada kemajuan peradaban dan ilmu pengetahuan.


Dari segi lingkungan tempat tinggalnya, Ibnu Rusyd adalah ”Orang Barat”. Ia lahir dan meninggal di Barat (Kordova, Spanyol). Dari segi lingkungan inilah, sangat mudah bagi orang-orang Batikus untuk mengakses pemikirannnya. Apalagi keadaan ini dipengaruhi pula oleh sikap umat Islam di belahan Timur yang kurang bersahabat dengan filsafat al-Ghazali menyerang filsafat dan mengkafirkan para filosof pada masa itu. 


Ibnu Rusyd adalah pemikir Muslim yang sangat tertarik pada pemikiran filosof Yunani, Aristoteles. Ibnu Rusyd berjasa dalam menghadirkan kembali warisan Yunani Kuno kepada Barat. Ibnu Rusyd-lah yang menggali dan mengembalikan mutiara yang telah lama hilang terebut. Sehingga orang Barat merasa berutang budi kepada Ibnu Rusyd dan begitu menghormatinya.

Pemikiran Ibnu Rusyd terhadap Filsafat


Pemikiran Epistimologi melalui metode:

-Al-Khatabiyyah (retorika)

-Al-Jadaliyyah (dialektika)

-Al-Burhaniyyah (demonstratif)


Pemikiran Metafisika

-Dalil wujud Allah

-Dalil ‘inayah al-ilahiyah

-Dalil Ikhtira’

-Dalil Harkah

-Sifat-sifat Allah


Beberapa karya Ibnu Rusyd 


Ibnu Rusyd adalah seorang pengarang yang produktif. Salah satu kelebihan karya tulisnya ialah gaya penuturan yang mencakup komentar, koreksi, dan opini sehingga karyanya lebih hidup dan tidak sekadar deskripsi belaka. Karya tulis Ibnu Rusyd yang masih dapat kita temukan adalah sebagai berikut.


1. Fashl al-Maqal fi mal bain al-Hikmat wa al-Syarak min al-Inishäll, berisikan korelasi antara agama dan filsafat.


2. Al-Kasyf'an Manâhij al-Adillat fi 'Aqa'id al-Millat, berisikan kritik terhadap metode para ahli ilmu kalam dan sufi.


3. Tahafut al-Tahafut, berisikan kritikan terhadap karya Al-Ghazali yang berjudul Tahäfut al-Falsifat. 


4. Bidayat al-Mujtahid wa Nikayat al-Muqtashid, berisikan uraian-uraian di bidang fiqih.

Komentar